Jumat, 20 Desember 2013

Sajak Sepanjang Jalan Raya Ciawi-Sukabumi


Sajak Sepanjang Jalan Raya Ciawi-Sukabumi
Karya Slamet Priyadi

Sudah lama aku ingin tulis sajak ini, sajak tentang jalan raya Ciawi-Sukabumi.
Dulu di sepanjang jalan ini, di kiri dan di kanan jalan  
Hanya hamparan sawah membentang yang padinya berwarna hijau kekuningan
Pohon-pohon cengkeh dan cemara berderet-deret berjejeran
Seperti perempuan petani di jalan setapak yang berjalan beriringan
Seperti para lelaki petani yang sedang membajak sawah menyongsong esok hari nan cerah

Riak putih jernih air sungai Sadane mengalir membentur batu
di bawah jembatan Cimande yang simpan banyak cerita masa dahulu
Beribu kembang warna-warni hiasi semak-semak belukar
Seperti bidadari mandi yang selendangnya pantulkan sinar gebyar memancar
Segarkan tubuh, segarkan mata, segarkan jiwa saat gundah gulana
Hilangkan kepenatan, hilangkan keletihan, hilangkan segala problema meski sementara

Berjuta Ikan-ikan dan udang-udang kecil limpah ruah huni danau Lido  
 Sekelompok kera saling kejar-kejaran, gelayutan di antara pepohohan
Burung-burung terbang melayang di atas hamparan air mangsa udang dan ikan-ikan
Bersaing dengan para nelayan di tengah-tengah danau yang luas memanjang sepanjang jalan  

Kini sepanjang jalan raya Ciawi-Sukabumi nyaris tak indah lagi
Di sisi kanan maupun di sisi kiri jalan banyak dihiasi toko-toko, dan kedai-kedai kopi
Bahkan bangunan-bangunan pabrik yang kokoh berdiri menjulang tinggi
Merubah luasnya hamparan sawah, mengganti pohon cemara dan kopi
Yang saat pagi hari melambai-lambai ditiup angin sepoi-sepoi disinari sang mentari
Kemacetan kendaraan di sana-sini tak pernah berakhir dari pagi hingga malam hari
Mengganti detak irama gerobak sapi yang berjalan tertatih-tatih
membawa batang-batang bambu, kerajajinan tradisi masyarakat Ciawi-Sukabumi

Entah kapan keadaan semacam ini akan berakhir
Yang membuat kepala jadi pusing tujuh keliling dan lenyapkan daya pikir
 Tak bisa lagi berkreasi karena semua imaginasi telah terparkir
Ke dalam lingkaran kemacetan yang tak berujung seperti pikir yang penuh kikir

Sabtu, 21 Desember 2013
Pangarakan-Bogor (SP091257)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar