Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

SERAT JOKO LODANG (SINOM) Ki Ronggowarsito


SERAT JOKO LODANG (SINOM)
Ki Ronggowarsito
KADIBYAN ᾹKᾹҀA – Sabtu, 21 September 2013 – 22:37 WIB

“ Sasedyane tanpa dadya
Sacipta-cipta tan polih
Kang reraton-raton rantas
Mrih luhur asor pinanggih
Bebendu gung nekani
Kongas ing kanistanipun
Wong agung nis gungira
Sudireng wirang jrih lalis
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira”

“Wong alim-alim pulasan
Njaba putih njero kuning
Ngulama mangsah maksiat
Madat madon minum main
Kaji-kaji ambataning
Dulban kethu putih mamprung
Wadon nir wadorina
Prabaweng salaka rukmi
Kabeh-kabeh mung marono tingalira”
  
Terjemahan Bebas:

SERAT JOKO LODANG ( SINOM )
Ki Ronggowarsito

Waktu itu semua yang dikehendaki tidak ada yang terwujud,
apa yang dicita-citakan buyar, apa yang dirancang berantakan,
segalanya salah perhitungan, ingin menang malah kalah,
karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan.
Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela.
Orang-orang besar kehilangan kebesarannya,
lebih baik tercemar nama daripada mati, 
sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. 

Banyak orang yang tampaknya alim, tetapi hanyalah semu belaka.
Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak.
Banyak ulama berbuat maksiat.
Mengerjakan madat, madon minum dan berjudi.
Para haji melemparkan ikat kepala hajinya.
Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda.
Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. 

( SP091257 )

KADIBYAN ᾹKᾹҀA: SERAT DEWA RUCI KAWEDAR ( SINOM )

KADIBYAN ᾹKᾹҀA: SERAT DEWA RUCI KAWEDAR ( SINOM ):   DEWA RUCI Serat Dewa Ruci Kawedar (Sinom) Kadibyan Ᾱkāça – Sabtu, 21/09/2013 – 14:21 WIB  “Kadi kang kasebut ngarsa, sa...

Senin, 15 April 2013

"Bisikan Semilir Angin Pagi" karya Slamet Priyadi



Denmas Priyadi Blog│Selasa, 16 April 2013│Pukul 07:55 wib
 
Jalan setapak bersemak menuju Kali Sadane di Kp. Pangarakan
“Bisikan Semilir Angin Pagi”
Karya: Slamet Priyadi
Selasa, 16 April 2013│05:43 WIB

Semilir angin yang berhembus perlahan di pagi hari
Saat aku melangkah tertatih turuni jalan setapak sepanjang bukit Parigi
 ‘tuk lemaskan otot kaki yang  sudah lima hari ini terasa kaku, perih, nyeri di jemari
Bisikkan kata-kata di telinga penuh arti dan makna

Wahai manusia, makhluk Khalik Sang Pencipta
Apa yang sudah kau lihat tentang tingkah polah manusia di dunia
Dengan segala sifat serakah, tamak, sombong, angkuh busungkan dada, sok kuasa
 Sifat iri dan dengki, hujat menghujat, hasat menghasut penuh fitnah keji

Ekploitasi alam, di udara, di laut, di hutan, dan di bumi
Bahkan di dalam birokrasi yang penuh intrik-intrik dan korupsi
Jauh dari religi dan tak bisa ditolerir lagi adalah pelajaran bagimu yang nyata
 Agar isi dan lakukan amal perbuatanmu di dunia  
Sepenuhnya dengan dasar etika dan perilaku agama

Wahai manusia, makhluk Khalik Sang Pencipta
Jika Rab kita, jika Tuhan kita sirnakan kasih-Nya
Jika Sang Khalik, Sang Pencipta Semesta ini murka
Maka tiada satu pun makhluk di dunia
 yang mampu dan bisa menunda, mencegah, dan meredamnya
Karena itu wahai manusia…
Sadarlah, sadarlah, sadarlah!
Dan, camkanlah!!!

Kp. Pangarakan 2013 

Penulis:
Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan

Jumat, 12 April 2013

"KARTU NATAL TERAKHIR" Karya Edhy Pujianto Banyumas

Denmas Priyadi Blog | Kamis, 04 Maret 2013 | 11:30 WIB

Edhy Pujianto Banyumas-Jawa Tengah


Kartu Natal Terakhir
Karya: Edhy Pujianto

Kala itu cuaca panas begitu menyengat
Panas cuaca di bulan Desember menjelang Natal begitu kuat
Dan, sekujur tubuhku ini pun berkeringat
  Dan, badanku gerah meski semakin terasa menghangat
Mentas sepulang sekolah pikiranku melayang
Jauh kembara ke alam kasmaran wajah seseorang
Gadis sahabat penaku nun jauh di Pangkalpinang
Nurhayati… ya, Nurhayati
Meski aku tak pernah bersua atau berjumpa
Nurhayati, kau akan tetap aku kenang selamanya
Berdosakah aku meski hanya mengenangmu
Sebab kenangan itu tak pernah lenyap dari ingatanku
Nurhayati…
Hingga  saat ini, pun aku masih terngiang kenangan itu
Dengan kata-katamu yang tertulis dalam suratmu
Yang selalu kau kirim setiap satu kali atau dua kali dalam seminggu
Dan hari ini aku rasakan panas sekali
Sudah satu botol air dingin kuteguk sambil tajamkan telinga
Mengharap pak pos datang kirim warta
Darimu Nurhayati
Kucoba tenangkan hati yang berdegup keras, berdebar-debar
Dengan meneguk botol kedua air putih dingin penyegar
Tiba-tiba ku dengar suara pak pos di luar
Pos… pos… pos… suara nyaring pak pos terdengar
Hatiku berdegup keras, tak biasa ini
Aku terima kartu pos ucapan Natal
Ya, Tuhan… ada apa ini?
Hatiku semakin bergetar, berdegup keras tak karuan
Di balik kartu pos itu aku baca tulisan
“Selamat Natal Sayang”
Hatiku pun mencair dingin meski hanya sekejap membaca kata-kata,
“Ed, maaf tidak pakai kata sayang. Maafkan aku…aku mengkhianati cintamu”
Akh… rupanya itu adalah pos “Kartu Natal” yang terakhir 
Banyumas, 12 April 2013
Posted:
Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan - Bogor

Sabtu, 06 April 2013

2 Buah Puisi karya Slamet Priyadi



Denmas Priyadi Blog│Minggu, 07 April 2013│11:50 WIB

Puisi "AKANG" Karya Slamet Priyadi


Akang
Karya Slamet Priyadi

Akang…
Sudah tiga warsa ini akang tak pernah lagi kasih kabar berita
Dan di sini aku semakin gundah gulana
Kerana anak-anak kita selalu menanyakan akang
Kapan ayah pulang, Ma… ayah kapan pulang ?

Akang…
Sudah tiga warsa lebih lima bulan ini
Pun akang masih jua tak mau beri kabar berita lagi
Sedangkan aku dan anak-anak kita di sini
Selalu terombang-ambing dalam ketidakpastian
Dalam kekhawatiran, dalam kesedihan, dalam ketakutan
Dan dalam penantian yang berkepanjangan
Sedangkan pertanyaan-pertanyaan itu
Pun tak pernah mendapatkan jawaban

Akang…
Sedang apakah akang di sana?
Apakah negeri yang akang singgahi sekarang lebih jelita?
Apakah keelokjelitaan itu telah membelenggu akang?
Sebab begitulah warta yang telah aku terima, kang

Akang…
Jika itu memang benar-benarlah adanya
Aku akan berupaya ikhlas menerima
Meskipun hati ini begitu sangat terluka
Perih terkoyak duka dan kecewa
Aku akan jalani hidup ini dengan penuh ketawakalan
Bersama anak-anak kita meraih cita-cita 'tuk bekal masa depan
Dan aku akan selalu mendoakan
Semoga akang selalu mendapatkan kebahagiaan  

Pangarakan, 07 April 2013



Magi Sangit
Karya Slamet Priyadi

Burung Emprit terbang melayang melintas bukit
 Nun jauh di sana di atas langit,
Ada mantra menebarkan magi-magi sangit,
ba' virus penyakit yang terus tak henti menggigit
Timbulkan rasa sakit
Dan tubuh pun lemas tiada daya tak bisa lagi bangkit.

Pangarakan, 6 April 2013