Kamis, 11 Agustus 2016

LAGU "MARS ADIWIYATA SMAN 42 JAKARTA Ciptaan: Drs. Slamet Priyadi

Blog Ki Slamet 42 : Inilah Karyaku
Jumat, 12 Agustus 2016 - 11:39 WIB


MARS ADIWIYATA SMAN 42 JAKARTA
Ciptaan: Drs Slamet Priyadi 

SMA Negeri empat dua menuju s'kolah adiwiyata
Sekolah berwawasan lingan IPTEK Iman dan taqwa
SMA Negeri empat dua menuju s'kolah adiwiyata
Sekolah sehat, aman ramah anak dan juga menyenangkan

Yok warga SMA empat dua jagalah selalu kebersihan
Buanglah sampah pada tempatnya jangan buang sembarangan
Pisahkalah macam jenisnya sampah organik dan non organik
Jagalah selalu lingkungan nan asri, bersih, sehat dan resik

R e f r e i n :

Lingkungan bersih harus s'lalu dijaga
Lingkungan bersih, sehat jiwa dan raga
Lingkungan bersih indah dipandang mata
Udara segar jadi nyaman rasanya

Bersihkanlah pula hati dan rasa
Dengan peduli kepada sesama
Bersihkanlah pula jiwa dan raga
Sehat rokhaninya dan jasmaninya

SMA Negeri 42 Jakarta
Selasa, 26 Juli 2016 - 03:14 WIB


Selasa, 12 Juli 2016

KUMPULAN PUISI BULAN JULI BAG 1 Karya: Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet : "Inilah Karyaku"
Selasa, 12 Juli 2016 - 23:05 WIB

Image "Macet Mudik Lebaran" ( Foto: Google )
Macet Mudik Lebaran 2016




“DI BALIK KEMACETAN MUDIK LEBARAN”
Karya : Ki Slamet 42

Di saat kita pulang kampung mudik lebaran
Ketika  alami kemacetan kendaraan di jalan
Ketika ratusan,  bahkan  ribuan kendaraan
Nyaris tiada bergerak  di hadapan  stagnan
Seharian gelut di arena kemelut kemacetan
Tentu itu bangkitkan rasa jenuh dan bosan

Tapi meski hati kita rasa emosi gegeregetan
Dan  suasana hati  jadi  dirasuki kemarahan
Kita meski mampu kelola hati yang demikian
Karena di sana ada terkandunglah pelajaran
Yang bisa  tempa jiwa  jadi penuh kesabaran
Apalagi di saat sasi suci di bulan Ramadhan

Ketika kita  sampailah  di kampung  halaman
Hangatnya rasa hati berselimut kebahagiaan
Jumpa orang tua sanak kadang handai tolan
Terkenang di masa silam saat bersama teman
Berlarian di pematang sawah  senda gurauan
Berenanglah di sungai berjemur di bebatuan

Meski di kampung halaman cumalah sepekan
Namun perasaan tenteram penuh kedamaian
Luluhkan segala sikap ego penuh kedumehan   
Merebakkan sifat asih penuh kedermawanan
Kepada semua kerabat dan para lemah insan
Dengan berbagi  sedikit rizki  halalan toyiban

Jadi adalah makna positif di balik kemacetan
Saat kita mudik lebaran di kampung halaman
Tempa jiwa penuh toleransi  dan keempatian
Melatih emosi diri untuk geliatkan kesabaran
Yang mampu  sebar pancarkan sifat kebaikan
Ngacu ajaran Muhammad Nabi Akhir Zaman

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 10 Juli 2016 – 17:45 WIB

 
Image "Sang Penerang" (Foto: Google)
Sang Penerang

“JADILAH SANG PENERANG”
Karya: Ki slamet 42

Ilmu adalah pelita dunia yang terangi hidup saat gulita
Singkaplah selimut kebodohan yang membeku di kepala
Maka galilah dan kaislah ilmu dengan segala daya upaya
Agar otak di kepala menjadi bisa timbulkan kilas cahaya
Pancarkan pelita penerang kegelapan di alam mayapada
Kepada manusia yang masih hidup di dalam gelap gulita 

Ilmu akan jadikan kita cerdas, pintar, dan berkharisma
Mata akan nampak tajam bersinar  pancarkan wibawa
Bicara penuh isi mengacu referensi dan bisa dipercaya
Tapi jika tak berbenteng iman bisa lari ke arah jumawa
Terpaku pada kesombongan yang semakin mengemuka
Tiada pernah mau menerima kebeneran di luar dirinya

Maka lambarilah atma dan rasa dengan ajaran agama
‘Tuk bentuk jiwa dan raga benderang nan bercahaya
Jadikanlah kita sosok sang penerang di alam semesta
Tiada berpamrih apa-apa kecuali ridho Allah semata
Sebab DIA-lah Sang Penguasa pemberi warna-warna
Yang mutlak menjastifikasi kepada hamba-hambanya

Maka jadilah sang penerang selama kita masih berjaya
Menjadi pelita yang cahayanya terangi gelapnya cuaca
Menjadilah sosok pemecah masalah  di antara sesama
Yang sapanya, sikap dan perilakunya sejukkan suasana
Bukanlah orang  yang  justru jadi pemantik  problema
Penyulut hingga  api besar berkobar membakar segala

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 03 Juli 2016 – 11:30 WIB

  
Image "Seandainya Kau" (Lukisan: SP)
Seandainya Kau
“SEANDAINYA KAU ADALAH AKU”
Karya: Ki Slamet 42

Seandainya aku jadi kau maka kau adalah aku
Yang selalulah bersatu di dalam kata dan laku
Seandainya kau adalah aku maka kau dan aku
Selalulah bersatu kata selalulah bersatu padu
Dan, segala tingkah selalu acu pada yang Satu
Dia, Dia, Dia, Dia, Allah Sang Maha Penentu

Tetapi, adanya keberadaanmu bukan untukku
Dan adanya keberadaanku bukanlah untukmu
Sehingga akupun tiadalah bisa membimbingmu
Dan engkaupun begitu tiada bisa mentolelirku
Keberadaanmu, tetaplah menjadi identitasmu
Dan keberadaanku pun adalah jua identitasku

Kita memang tak ditakdirkan untuklah bersatu
Sebagaimana keinginan, dan cita-cita kita dulu
Pagar pemisah itu begitu kokoh bagaikan tugu
Hingga kita tiada bisa saling bergenggam rindu
Dan,  kita hanya bisa saling tatap bayang semu
Yang kemudian hilang sembunyi di dalam kalbu

Seandainya kala dahulu kita jadi berpadu satu
Tentu kita tiada akan dipermainkan rasa rindu
Yang mengoyak-ngoyak tirai hati nan membiru
Hingga rubah warna jiwa menjadi merah dadu
Dan kita pun saling kepak sayap putih berbulu
Terbanglah tinggi ke akaca nan berwarna biru

Sampailah kini hati ini jadilah berwarna kelabu
Selam terendam di dalam air kolam perigi rindu
Tiada satu mampu melipur lara hati nan sendu
Meskipun beraneka warna-warni bunga merayu
Wanginya seharum sutera dewangga alam semu
Tapi tak bisa lenyapkan kata, andainya kau aku
    
Bumi Pangarakan, Bogor
jumat, 01 Juli 2016 – 11:03 WIB

Minggu, 29 Mei 2016

Puisi Religi : "JUMAWA" Karya : Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42 : Inilah Karyaku
Minggu, 29 Mei 2016 - 12:50 WIB

Image "Ki Slamet 42" ( fOTO : sp )
Ki Slamet 42


“ J U M A W A “
Karya : Ki Slamet 42

Jika Tuhan berjumawa,  itu pantas adanya
Karena Dia Maha Pencipta segala yang ada
Maha  Penguasa  di seluruh  alam semesta
Penentu  awal dan akhir  kehidupan  fana
Hanyalah  Dia, Dia, Dia,  Allah yang baqa
Dialah yang memiliki  Al Asmaa ul Husnaa

Ar Rahmaan, yang maha pengasih cuma Dia
Ar Rahiim, yang maha penyayang cuma Dia
Al Malik, yang maha memerintah cuma Dia
Al Qudduus, yang maha suci hanyalah Dia
As Salaam, yang maha sejahtera hanya Dia
Al Mu’min, yang beri keamanan hanya Dia

Al Muhaimin, yang maha menjaga hanya Dia
Al Aziis,  yang maha gagah itu hanyalah Dia
Al Jabbaar, yang maha perkasa hanyalah Dia
Al Mutakabbir,  atasi kebenaran  hanya Dia
Al Khaaliq, yang maha menjadikan hanya Dia
Al Baariu, yang maha mengadakan hanya Dia

Al Mushawwir, pemberi bentuk  hanyalah Dia
Al Ghaffaar, yang maha pengampun cuma Dia
Al Qahhaar, yang maha memaksa hanyalah Dia
Al Wahhaab,  yang banyak memberi  cuma Dia
Ar Razzaaq,  yang memberi rizqi hanyalah Dia
Al Fattah, yang memutuskan hukum cuma Dia

Al ‘Allim, yang maha mengetehaui hanyalah Dia
Al Qaabidh,  yang menyempitkan  hanyalah Dia
Al Baasith,  yang maha melapangkan hanya Dia
Al Khaafidh,  yang merendahkan hanyalah Dia
Ar Raafi’,  yang maha meninggalkan  hanya Dia
Al Mu’izzu,  yang menjadikan mulia  hanya Dia

Al Mudzillu,  yang menjadikan hina hanya Dia
As Samii’, yang maha mendengar hanyalah Dia
Al Bashiir,  yang  maha melihat  hanyalah Dia
Al Hakam, yang laksanakan hukum cuma Dia
Al ‘Adlu,  yang  maha adil  itu  hanyalah  Dia
Al Latiif,  yang  lemah  lembut  hanyalah  Dia

Al Khabiir, yang maha waspada hanyalah Dia
Al Haliim,  yang  maha penyantun  hanya Dia
Al ‘Adhiim,  yang  maha agung  hanyalah Dia
Al Ghafuur, yang maha pengampun cuma Dia
As Syakuur,  yang berterimakasih  cuma Dia
Al  ‘Aliy,  yang  maha  tinggi  hanyalah  Dia

Al Hafizh, yang maha memelihara hanyalah Dia
Al Muqiit,  yang maha mengawal hanyalah Dia
Al Hasiib, yang maha menghitung hanyalah Dia
Al  Jaliil,  yang  maha  agung  hanyalah  Dia
Al Kariim,  yang maha pemurah  hanyalah Dia
Ar Raqiib, yang maha mengawasi hanyalah Dia

Al Mujiib, yang maha mengabulkan hanyalah Dia
Al  Waasi’,  yang  maha  luas  itu  hanyalah  Dia
Al Hakiim,  yang  maha bijaksana  hanyalah  Dia
Al Waduud, yang maha penyayang hanyalah Dia
Al  Majiid,  yang  maha  mulia  hanyalah  Dia
Al Baa’its,  yang membangkitkan  hanyalah Dia

As Syahiid, yang maha menyaksikan hanya Dia
Al  Haq,  yang  maha  benar  hanyalah  Dia
Al Wakiil, yang maha mengurus hanyalah Dia
Al  Qawii,  yang  maha  kuat  hanyalah  Dia
Al  Matiin, yang maha ulet kuat hanyalah Dia
Al Waliiy,  yang  maha memimpin hanyalah Dia

Al  Hamiid,  yang  patut dipuji  hanyalah  Dia
Al Muhshil, yang hinggakan hitungan cuma Dia
Al  Mubdi’,  yang  maha  memulai  hanyalah Dia
Al  Mu’iid,  yang  mengulangkan  hanyalah  Dia
Al Muhyil,  yang menghidupkan  hanyalah  Dia
Al  Mumiit,  yang  mematikan  hanyalah  Dia

Al Hayyu,  yang  maha  hidup  hanyalah  Dia
Al Qayyuum, yang berdiri sendiri hanyalah Dia
Al Maajid, yang maha menemukan hanyalah Dia
Al  Waahid,  yang  maha  esa  hanyalah  Dia
Al Maajid, yang punya kemuliaan hanyalah Dia
Al  Ahad,  yang  maha  tunggal  hanyalah  Dia

As  Shamad,  tempat  meminta  hanyalah  Dia
Al  Qaadir,  yang  maha  kuasa  hanyalah  Dia
Al Muqtadir, yang maha menguasai hanya Dia
Al Muqaddim, yang maha mendahului hanya Dia
Al  Aakhir,  yang  akhir  hanyalah  Dia
Al Muakhir, yang maha mengakhiri hanyalah Dia

Al  Awal,  yang  maha  awal  hanyalah  Dia
Ad  Dhaahir,  yang  maha  jelas  hanyalah  Dia
Al  Waalii,  yang maha memimpin hanyalah Dia
Al Muta’aalii, yang maha mengatasi hanyalah Dia
Al  Barr,  yang maha  berbuat baik  hanyalah Dia
At Tawwaab, yang menerima taubat hanyalah Dia

Al Muntaqim, yang maha menuntut bela hanya Dia
Al  Afwu,  yang  maha  pemaaf  hanyalah  Dia
Ar  Rauuf,  yang  penuh  rasa  kasihan  hanya Dia
Maalikul mulk, yang merajai kerajaan hanyalah Dia
Dzul  jalaali  wal  ikraam,  yang  maha berpunya
Kebesaran dan  kemurahan  hanyalah  Dia

Al  Muqsitsh,  yang  maha  adil  hanyala  Dia
Al Jaami’, yang maha mengumpulkan hanyalah Dia
Al  Ghanii,  yang  maha  kaya  hanyalah  Dia
Al Mughnii, yang maha memperkayakan hanya Dia
Al Maani’,  yang  memberi  manfaat  hanyalah Dia
Ad Dhaarru, yang memberi kemelaratan hanya Dia

An Naafi’,  yang memberi manfaat  hanyalah Dia
An  Nuur,  yang  memberi  cahaya  hanyalah Dia
Al Haadii,  yang memberi petunjuk hanyalah Dia
Al Badil,  yang  menjadikan  baru  hanyalah  Dia
Al  Baaqii,  yang  maha  kekal  hanyalah  Dia
Al  Waarits, yang  maha mewarisi hanyalah Dia
Ar  Rasyiid,  yang  maha  sadar  hanyalah  Dia
As Shabuur, yang penuh kesabaran hanya Dia

Jadi, jangan, jangan, jangan, jangan,  janganlah !
Kita  bersikap  jumawa  karena  harta berlimpah
Kita bersikap jumawa karena kehidupan mewah
Kita bersikap jumawa karena intelektualitas wah
Kita bersikap jumawa karena jabatan jadi kapran
Kita bersikap jumawa selalu pandang orang rendah



Referensi :
Jamaluddin Kafie 1981, “Iman Islam dan Ihsan”
Al Ikhlas – Surabaya - Indonesia

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 29 Mei 2016 – 11:47 WIB