Sabtu, 16 Februari 2013

Pendidikan Anak Usia Dini by Slamet Priyadi

Denmas Priyadi Blog│Minggu, 17 Febuari 2013│07:20 WIB
Orang tua yang gemar membaca akan dicontoh anak
ACAP KALI orang tua tak menyadari kesalahannya, kalau dalam mendidik anak pada usia dini (0 sampai 6 tahun) adalah salah. Kesalahan tersebut pada umumnya adalah pada cara membimbing dan  mengasuh anak yang hanya dengan bicara dan perintah saja, bukan dengan sikap dan prilaku serta contoh teladan yang baik.

Sebagaimana kita ketahui anak pada usia 0 sampai 6 tahun merupakan masa di mana tingkat daya serap dalam merespon apa yang dilihat dan didengarnya adalah mencapai 70-80 persen. Artinya, pada masa periode ini akan lebih efektif jika orang tua dalam membimbing dan mengasuh serta mendidik anaknya adalah dengan cara memberi contoh teladan serta sikap yang baik, bukan hanya sekedar bicara dan perintah-perintah yang terkadang sukar dilakukan oleh anak dalam usia dini ini.

Jadi utamanya orang tua, terutama sang ibu jangan sampai merusak perkembangan kecerdasan dan mental anak hanya karena kesalahan prilaku dan sikap yang mungkin tidak disadarinya.  Jika anak melihat perbuatan orang tuanya, ibu-bapaknya sedang membaca buku, sholat, dan bertutur kata yang baik, maka itu akan selalu diingat dan dicontohnya bahkan dipraktikkannyadalam aktifitas hidupnya sehari-hari. Begitupun sebaliknya, apabila orang tua, ibu dan bapaknya sering bertengkar dengan mengucapkan kata yang kasar dan tidak pantas, maka semua itu akan terserap dalam memorinya yang kemudian anak pun akan berprilaku dan berkata-kata seperti apa yang ada dalam ingatannya dan pernah disaksikannya itu.

Nah, bagi para orang tua yang mengasihi anak-anaknya tentu akan selalu memperhatikan perkembangan kecerdasan dan mental serta pertumbuhan fisik anak pada usia dini. Oleh karena itu berikanlah kasih sayang serta perhatian yang penuh dalam mendidik, mengasuh, membimbing anak dengan cara selain dengan kata-kata yang lemah lembut, juga utamanya adalah dengan memberikan contoh suri tauladan serta sikap dan prilaku yang baik. Dengan harapan semuanya itu akan tersimpan dalam diri anak jiwa yang bersih hingga mencapai  usia dewasa. Karena  manusia terbaik adalah manusia yang berbudi pekerti luhur. Seandainya hal tersebut tetap tercermin dan terpantul dalam prilaku hidup manusia dalam keseharianya, mungkin korupsi tak akan merebak seperti sekarang ini.

Penulis
Slamet Priyadi di Pangarakan - Bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar